Database Alumni Ekasari


Setelah lulus dari bangku SMA saya merantau dari pulau Sumatera ke pulau Jawa untuk melanjutkan pendidikan di bangku perkuliahan, sebut saja tempat kuliah saya itu IPEBE. Saya berangkat ke tanah rantau ditemani dengan ibu saya. Sangat terlihat jelas dari raut wajahnya dan tatapan matanya bahwa dia sangat berat untuk melepas anak laki-laki satu-satunya. Sejujurnya saya juga belum sanggup untuk jauh dari ibu saya. Singkat cerita setelah daftar ulang di kampus ipebe ibu saya mencarikan saya kos-kosan dan dapatlah harganya 8jt/tahun. Tapi saya menolak, kenapa? Uang kuliah saya 6jt/semester (12jt/tahun) + 8jt kostan + biaya hidup saya, itu mah gede amat bagi saya. Saya gak mau ngebebanin orang tua. Akhirnya saya cari-cari informasi dan dapatlah opsi lain yaitu Asrama IPB Ekasari. Saya liat dari brosur yang ada biaya Asrama tersebut hanya 100k/bulan + katering 5k/porsi. Pada saat itu saya berpikir, inilah pilihan yang terbaik untuk saya meringankan beban orang tua.

Pada saat itu saya mengajak ibu saya ke Asrama tersebut dan ternyata diluar ekspektasi, tapi saya berusaha meyakinkan ibu bahwa inilah pilihan hidup saya. Ternyata masuk ke Asrama IPB Ekasari gak mudah sob, saya harus melewati beberapa seleksi mulai dari seleksi berkas, interview, ujian tulis, transisi, ujian makalah, ujian fisik, sampai dengan sidang. Diantara semua seleksi itu yang paling lama dan paling berat adalah saat masa Transisi, proses ini membutuhkan waktu 114 Hari dan itu semua membutuhkan manajemen waktu dan fisik. Namun saya berhasil melewati masa-masa sulit itu. Saya harus mengorbankan IP Semester 1, pertemanan di kampus, waktu, dan masih banyak lagi. Saya juga tidak pernah cerita ke orang tua bahwa anaknya di rantauan sedang berada dalam masa-masa sulit. Ini pilihan hidup saya, dan saya harus tanggung segala konsekuensi dari apa yang saya pilih.

Waktu demi waktu berlalu, hingga pada tahap ujian makalah saya dan teman-teman seangkatan saya harus membuat suatu inovasi untuk Asrama, dan inovasi yang saya buat yaitu aplikasi DAE (Database Alumni Ekasari).

Mengapa saya membuat aplikasi tersebut?

Yang saya tau Asrama IPB Ekasari itu merupakan asrama yang memiliki solidaritas tinggi. Sejak tahun 90an hingga saat ini ikatan kekeluargaan antar alumni tiap angkatan itu terjalin dengan baik. Bahkan Asrama ini pernah kebakaran tahun 1999, lebih dari 80% bangunan Asrama ini hangus dan hanya menyisahkan beberapa pondasi. Saat itu ipebe tidak memperdulikan nasib mahasiswanya yang ada di asrama itu, bahkan dalam catatan asset mereka asrama ini dibuat dengan keterangan sebagai "Lahan Kosong". Sungguh ironi.

Akhirnya dengan ikatan alumni yang kuat, Asrama ini mampu berdiri kokoh lagi dan pada akhirnya diakusisi sebagai Asrama swakelola yang dikelola sendiri oleh mahasiswanya.
Bukan hanya itu, setiap tahun juga diadakan Dies Natalis dan hampir semua Alumni dari asrama ini dapat berkumpul layaknya keluarga yang sudah lama tak berjumpa. Namun sayangnya, generasi muda mudi di asrama ini masih banyak yang tidak mengenal Alumni-alumninya. Maka dari itu saya membuat sebuah inovasi baru untuk Asrama ini dalam bentuk aplikasi.

Pada dasarnya aplikasi ini berfungsi sebagai database yang menyimpan informasi detail dari tiap alumni yang berisi informasi angkatan, jurusan, nama lengkap, nama asrama, no hp, email, alamat lengkap, dan foto. Visi saya pada saat itu dengan adanya aplikasi ini mampu membuat mahasiswa  Asrama IPB Ekasari untuk lebih mengenal para alumninya.

Saya diberi waktu untuk menyelesaikan aplikasi ini dalam waktu 2 minggu dan saya mampu menyelesaikannya tanpa revisi. Akhirnya aplikasi ini dapat membuat saya lulus ujian makalah dan melanjutkan tahap seleksi berikutnya.

Bahagia? Tentu sobat. Karena pada akhirnya angakat saya 2015 (52) hanya menyisahkan 10 orang pemain bertahan, sisanya gugur di medan pertempuran.

Lalu apa yang saya dapatkan dari perjuangan tersebut?
Yang saya dapatkan tentu saja biaya hidup murah yang dapat meringankan beban orang tua, relasi yang semakin bertambah mulai dari seumuran hingga yang sudah tua, dan keluarga baru. Karna bagi saya ketika berada di rantauan dan hidup sebatangkara, yang harus saya dapatkan pertama kali adalah keluarga baru. Selain itu jika nanti saya  sudah lulus dari ipebe dan merantau ke tempat lain, setidaknya saya sudah tau tujuan saya ketika saya kembali lagi ke Bogor. Ya, Asrama IPB Ekasari.

No comments:

Powered by Blogger.